Senin, 03/06/2013 17:20 WIB

Gresi Tifani, Putri Papua yang Bakal Bawa Pesan Persatuan ke Inggris

Rina Atriana – detikNews

Gresi Tifani Muabuay (Rina Atriana/detikcom)

Jakarta – Kegemarannya belajar bahasa Inggris membawa Gresi Tifani Muabuay menjuarai pidato bahasa Inggris. Putri asli dari pulau paling timur Indonesia itu tak menyangka bakal ke negara tempat bahasa yang dipelajarinya itu. Gresi bakal membawa pesan keindahan, keragaman dan persatuan budaya di Indonesia.

“Ini pertama kali saya ke luar negeri,” tutur Gresi yang mengungkapkan rasa senangnya terpilih menjadi salah satu dari 21 Outstanding Student for The World 2013 yang bakal dikirim Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ke Inggris.

Gresi, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (13/6/2013) ini mengatakan prestasinyalah yang bisa membawanya dalam pencapaian ini, dengan menjuarai English Speech Contest ‘Social Culture in Papua’ tingkat Provinsi Papua pada Februari 2013 lalu.

Siswa kelas 2 SMA 3 Jayapura ini awalnya mulai menyukai pelajaran bahasa Inggris sejak kelas 3 SD. Saat SMP dirinya mulai gemar mengikuti lomba-lomba bahasa Inggris hingga SMA.

“Selain senang, orang tua juga memberikan les bahasa Inggris, di sekolah diberikan dasar-dasarnya saja, terus saya belajar sendiri,” jelas gadis kelahiran Jayapura, 18 Juli 1996 ini.

Di Inggris, 21 siswa berprestasi ini akan dibagi menurut minat atau bidang prestasinya. Gresi sendiri bergabung dengan rekan-rekannya yang akan mempresentasikan sosial dan budaya Indonesia ke beberapa sekolah dan kampus.

“Ada yang mempresentasikan riset, tapi aku bukan riset, aku akan mempromosikan Papua ke orang-orang di dunia, terutama negara dan kota yang dituju London,” jelas Gresi.

Gresi menyadari selain sosial budaya, juga ada isu politik di London, seperti kantor Free West Papua yang membuka kantor di London. Bila ada remaja Inggris yang tergelitik bertanya isu politik tersebut, apa yang akan Gresi jelaskan?

“Menurut aku sih, aku belum punya wewenang apa pun untuk itu, mungkin dengan mempromosikan seperti ini orang-orang di sana (Inggris) juga tahu Papua masih bagian dari Indonesia, masih diperhitungkan orang Papua, bagian dari Indonesia,” jawab penyuka segala masakan sang mama ini ramah.

Bila kembali ke Papua, gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini ingin mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak Papua yang kurang beruntung. Dia ingin membuat kelompok mengajar bersama teman-temannya.

Gresi juga punya pesan buat remaja Indonesia dan Papua. “Menurut saya, anak-anak Papua juga bisa bersaing di internasional, bukan nasional saja, juga bisa disamakan teman-teman dari daerah lain. Di semua bagian Indonesia pasti ada bagian yang terbelakang dan terpencil, di Papua juga ada yang sudah maju dan belum. Kita ini semua sama, kita punya kesempatan sendiri, berusaha saja terus karena masing-masing orang kesempatannya berbeda-beda,” pesan anak kedua dari 6 bersaudara ini.

Sekembalinya ke Jayapura pada 14 Juni 2013 nanti, Gresi tak bisa bersantai. Sebabnya, dari juara pidato bahasa Inggris itu, Gresi diganjar Pemprov Papua untuk belajar selama 2 pekan di Australia pada 16 Juni. Selamat Gresi!