SAM RATULANGIE ditahun 1927
SAM RATULANGIE ditahun 1927

Pada tanggal 5 Nopember 2011, yakni 121 tahun setelah kelahiran  SAM RATULANGIE  di Tondano pada 5  Nopember 1890 maka di Manguni Terrace Resort (Ranowangko, Tanawangko) telah diselenggarakan satu PERINGATAN SAM RATULANGIE oleh keluarga Sugandi-Ratulangi dengan bantuan finansial dari YAYASAN DR. G.S.S.J. RATU LANGIE (Jakarta) dan beberapa anggauta keluarga lainnya. Peringatan ini disamping menjadi ajang pertemuan keluarga dan berbagai handai taulan juga berfokus pada pengenalan satu tulisan  DR. G.S.S.J. RATULANGIE: “PIDATO PERDANA didepan Volksraad 1927″yang naskahnya belum lama sebelumnya diterima dari tangan kakak saya DR. E.A. Pangalila-Ratulangi yang berdomisili di Nederland.

Sam adalah utusan dari PERSATOEAN MINAHASSA di Volksraad dari tahun 1927 sampai 1937.

Suasana di VOLKSRAAD zaman doeloe
Suasana di VOLKSRAAD zaman doeloe

Adalah kebiasaan pasda zaman itu bahwa setiap Anggauta baru pada Dewan yang terhormat ini pada awal keanggautaannya menyajikan satu Pidato Perdana yang didalamnya ia menjelaskan atau memperkenalkan alam fikirannya didepan para anggauta2 lainnya. Tema yang dipilih oleh Sam Ratulangie adalah berfokus pada ANGGARAN BELANJA NEGARA dan digolongkan oleh Volkraad dalam kelompok “Tinjauan Umum”.

Sam Ratulangie membaca Pidato Perdananya
Sam Ratulangie membaca Pidato Perdananya

Membaca naskah asli Pidato ini (yang tentunya dalam Bahasa Belanda) tidaklah mudah karena digunakan Bahasa Belanda “tinggi” dan “lama”. Namun kemampuan Sam Ratulangie dalam penguasaan bahasa ini serta pula bakat penyajian beliau membuat tulisan ini menjadi satu karya yang sangat indah. Keluarga kami memilih sebagai penterjemah Ibu Dra Puck Tilaar (Suster Konda) yang adalah seorang penterjemah profesional dan kini berdomisili tetap di Malang. Dalam waktu yang sangat singkat (2 minggu|) beliau berhasil menterjemahkan naskah ini disamping mengerjakan tugas2 lainnya.

Pada saat presentasi di MANGUNI kemarin Dra. Puck Tilaar menggunakan sebagai alat bantu peragaan di monitor 42 inci yakni satu Powerpoint Show yang merupakan intisari pengolahan pada upaya penterjemahan beliau. Powerpoint  Show inilah yang dapat (untuk sementara) kami sajikan sebagai Laporan PERINGATAN SAM RATULANGIE di Ranowangko pada tanggal 5 Nopember 2011. Bagi pembaca NASKAH ASLI(Bahasa Belanda) dan PIDATO PERDANA Sam Ratulangie (Bah. Indonesia)    pasti merasakan bahwa penyajian PPShow itu adalah ringkas akan tetapi kehilangan banyak detil (detail) yang justeru memperjelas dan memperindah karya Sam Ratulangie ini. namun kami sadar bahwa kami harus menghadapi resiko ini.

Disamping itu kami sajikan sekedar 4 foto yang saya buat SETELAH  Diskusi pada peringatan ini (sebabnya sebelumnya saya sebagai “seksi sibuk” tak sempat berfoto-ria).

Slide1
Slide1
Slide2
Slide2
Slide3
Slide3
Slide4
Slide4
Slide5
Slide5
Slide6
Slide6
Slide7
Slide7
Slide8
Slide8
Slide9
Slide9
Slide10
Slide10

KABAR BAIK bagi kita semua: Sebagaimana mungkin Anda telah lihat diatas maka saya telah berhasil meng-upload: WORKING COPY dari terjemahan oleh Dra. Puck Tilaar (btw. Beliau adalah CUCU dari MARIA WALANDA MARAMIS…….. “Oh, pantas…..”). Untuk itu Silahkan klik saja: WORKING COPY, PIDATO PERDANA SAM RATULANGIE (1927)

BEBERAPA FOTO SETELAH DISKUSI RINGAN

Setelah diskusi ringan01
Setelah diskusi ringan02
Setelah diskusi ringan02
Setelah diskusi ringan03
Setelah diskusi ringan03
Setelah diskusi ringan04
Setelah diskusi ringan04

Komentar Ir Remy Dendeng yang sempat hadir: ” Bukan main, Oom Sam, tulisan lebih dari 60 tahun yang lalu bagaikan ditulis kemarin saja……”

Bagi pembaca yang mungkin belum sempat mengenal riwayat hidup Ayah saya jika berminat dapat klik dialamat dibawah ini dimana ada CERBERGAM :

CERITERA SAM RATULANGIE

dan sekiranya Anda berminat membaca perihal perjuangan Sam Ratulangie di Eropa silahkan klik:

SAM RATULANGIE di EROPA (1913-1919)

SEKIANLAH DAHULU LAPORAN SAYA.